Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di awal Mei 2026. Sejumlah jenis BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami penyesuaian harga di berbagai wilayah Indonesia.
Penyesuaian ini terutama berdampak pada pengguna kendaraan diesel dan kendaraan dengan bahan bakar beroktan tinggi. Dalam data terbaru, harga Dexlite dan Pertamina Dex mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya, sementara BBM subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar masih dipertahankan.
Kenaikan harga BBM ini disebut berkaitan dengan dinamika harga minyak dunia dan kebijakan energi global. Kondisi tersebut membuat pemerintah dan operator energi harus menyesuaikan harga agar tetap sesuai dengan kondisi pasar.
Di sisi lain, masyarakat mulai merasakan dampaknya, terutama dari meningkatnya biaya transportasi dan distribusi barang. Beberapa sektor usaha juga diperkirakan akan terdampak, khususnya logistik dan industri yang bergantung pada BBM diesel.
Para analis menilai, jika tren kenaikan ini berlanjut, maka berpotensi mendorong inflasi di dalam negeri. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Dengan kondisi ini, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam penggunaan bahan bakar serta mempertimbangkan efisiensi dalam aktivitas sehari-hari.
source: Liputan06, Satu Berita









